SEJARAH
Institut Islam Internasional Basma

History of the Basmas International Islamic Institute

Menjemput Masa Depan, Merawat Akar Sejarah

Berdirinya Institut Islam Internasional Basma merupakan wujud transformasi dan pengembangan visi global dari ekosistem pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Basma Aeyla Jaya. Setelah sukses menancapkan fondasi pendidikan karakter melalui Pondok Pesantren Basma Darul ‘Ilmi Wassa’adah, kehadiran institut ini menjadi jawaban atas kebutuhan institusi pendidikan tinggi Islam yang bermutu tinggi, adaptif, dan berwawasan global.

Penyematan kata “Internasional” pada institut ini bukanlah tanpa alasan, melainkan sebuah keputusan visioner yang didasarkan pada dua pilar utama: peluang geopolitik masa kini dan legitimasi sejarah masa lalu.

Gerbang Geografis menuju Kawasan ASEAN. Secara geografis, Provinsi Riau memiliki posisi yang sangat strategis di jajaran Selat Malaka. Letak Institut Islam Internasional Basma di Kecamatan Kepenuhan, Rokan Hulu, memiliki aksesibilitas yang strategis menuju Kota Pelabuhan Dumai. Jarak tempuh yang relatif dekat dengan pelabuhan internasional ini membuka gerbang konektivitas yang sangat mudah menuju negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Peluang demografis dan geografis ini dimanfaatkan secara optimal oleh institut untuk membangun jejaring akademik lintas negara, menarik minat mahasiswa internasional, serta memfasilitasi pertukaran budaya dan keilmuan Islam di Asia Tenggara. Institut ini diproyeksikan menjadi episentrum studi Islam yang menghubungkan Indonesia dengan dunia luar.

Merevitalisasi Kejayaan “Mahkutab” dan Nilai Historis Kepenuhan. Jauh sebelum institut ini diresmikan, tanah Kecamatan Kepenuhan sesungguhnya telah lama dikenal sebagai rahim dari para ulama dan pusat pendidikan Islam terkemuka di masanya. Dahulu, di daerah ini pernah berdiri sebuah lembaga pendidikan Islam legendaris yang membekas kuat dalam sejarah bernama “Mahkutab”.

Madrasah atau pesantren besar Mahkutab ini berada di bawah asuhan ulama kharismatik, Tuan Guru Haji Yahya Ansaruddin, seorang ulama besar yang bertahun-tahun menuntut ilmu agama langsung di Makkah Al-Mukarramah. Di sinilah, generasi orang tua terdahulu—termasuk yang seangkatan dengan Pembina Yayasan, Ayahanda H. Bakhtiar Majid—menimba ilmu agama dan membentuk karakter spiritual mereka.

Semangat, keberkahan, dan nama besar “Mahkutab” inilah yang ingin dihidupkan kembali oleh Institut Islam Internasional Basma. Kehadiran institut ini merupakan ikhtiar luhur untuk melanjutkan estafet perjuangan Tuan Guru Haji Yahya Ansaruddin, mengembalikan kejayaan Kepenuhan sebagai pusat rujukan ilmu agama, serta mencetak kembali ulama-ulama berwawasan luas dengan sanad keilmuan yang bersambung hingga ke Tanah Suci Makkah.